
CIREBON — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kejaksan menjadi ruang belajar sekaligus pengabdian bagi mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari administrasi pernikahan, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenai berbagai bentuk pelayanan dan pembinaan keagamaan yang dijalankan KUA di tengah masyarakat.
Kegiatan PPL di KUA Kecamatan Kejaksan berlangsung dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Fuad Nawawi, M.Ud. dan Pamong Wahyu Krisanto Maulana, S.Ag. Adapun pelaksanaan kegiatan di lapangan dikoordinasikan oleh Didin Kamaludin bersama anggota Shotya Widi Hastuti, Siti Nurazizah, Isep Supriana, dan Muhamad Mukhyar.
Mendalami Administrasi Kepenghuluan
Selama mengikuti kegiatan PPL, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas pelayanan KUA yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pelayanan keagamaan tidak hanya berlangsung dalam ruang administratif, tetapi juga mencakup pembinaan, pemberdayaan, dan upaya menjaga kemaslahatan masyarakat.
Salah satu bidang yang dipelajari adalah administrasi dan pelayanan kepenghuluan, khususnya proses penyelenggaraan pencatatan perkawinan dan rujuk sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya ketelitian, ketepatan, dan tertib administrasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Memahami Bimbingan Masyarakat Islam
Selain bidang kepenghuluan, mahasiswa juga mendalami Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) yang mencakup pembinaan keluarga sakinah, konsultasi keagamaan, serta berbagai bentuk pendampingan yang berkaitan dengan kemaslahatan umat.
Bidang tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa KUA memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Pengalaman ini sekaligus memperluas pemahaman mahasiswa AFI mengenai penerapan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial masyarakat.

Mengenal Pengelolaan Zakat dan Wakaf
Pada bidang zakat dan wakaf (Zawa), mahasiswa mendapatkan pengalaman mengenai pengelolaan dan pencatatan wakaf. Mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai potensi zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
Pembelajaran tersebut memberikan perspektif bahwa pelayanan KUA memiliki keterkaitan dengan upaya memperkuat kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat melalui pengelolaan potensi keagamaan yang ada di lingkungan masyarakat.
Belajar Menjaga Kerukunan Umat Beragama
Tidak kalah penting, mahasiswa turut mengenali peran KUA dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama. Pada tingkat kecamatan, KUA memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi, menjaga harmoni sosial, serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat.
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa AFI karena memperlihatkan secara langsung bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diimplementasikan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

PPL sebagai Jembatan Akademik dan Pengabdian
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa PPL AFI UINSSC memperoleh pengalaman langsung mengenai kompleksitas pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan. PPL tidak hanya menjadi sarana untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi proses pembelajaran untuk memahami kebutuhan masyarakat secara lebih nyata.
Keterlibatan mahasiswa di KUA Kejaksan diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pelayanan publik. Selain itu, pengalaman lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik, sosial, dan keagamaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, PPL di KUA Kejaksan menunjukkan bahwa ruang belajar mahasiswa AFI tidak terbatas pada lingkungan kampus. Interaksi langsung dengan lembaga pelayanan keagamaan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkaya pengalaman akademik sekaligus membangun kepekaan sosial mahasiswa.